BRC Global Standard dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Berbicara tentang keamanan pangan, tentu saja Anda sudah tak asing lagi dengan istilah ISO (The International Organization for Standardization). Lebih spesifiknya lagi, standar ISO di bidang pangan adalah ISO 22000.

ISO 22000  merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang paling banyak digunakan atau diterapkan oleh perusahaan-perusahaan pangan di Indonesia. Namun, sebenarnya secara global sistem manajemen keamanan pangan bukan hanya ISO 22000.

Saat ini terdapat standar-standar manajemen keamanan pangan yang mulai diperhatikan secara global. Salah satu standar tersebut adalah standar manajemen keamanan pangan yang diakui oleh GFSI (Global Food Safety Initiative).

GFSI merupakan sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan untuk melakukan perbaikan sistem manajemen keamanan pangan dunia secara berkelanjutan. Saat ini standar GFSI sudah diterapkan di beberapa perusahaan retail kelas dunia misalnya, Carrefour, Tesco, Metro, ICA, Ahold, dan Walmart.

GFSI memiliki dua standar manajemen keamanan pangan yang kini diakui dan diterapkan oleh beberapa negara di dunia. Salah satu standar tersebut adalah BRC Global Standard.

Seperti apa sebenarnya sistem manajemen keamanan pangan dalam BRC (British Retail Consortium)? Lantas, apa saja perbedaan ISO 22000 dengan BRC Global Standard?

Yuk, simak artikel di bawah ini sampai selesai ya, agar Anda mendapatkan informasi lengkapnya!

BRC (British Retail Consortium) adalah suatu organisasi komersial yang menjadi wakil dari perusahaan-perusahaan perdagangan ritel di Inggris. Organisasi ini didirikan pada tahun 1996 dengan tujuan menjamin sistem manajemen keamanan pangan dan mutu produk bermerek.

Berbagai cara dilakukan BRC untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan menetapkan standar sistem manajemen keamanan pangannya sendiri. Standar ini memastikan kemampuan pemasok (supplier) dan pengecer (retailer) dalam menjamin kualitas dan keamanan produk yang mereka jual.

Standar sistem manajemen keamanan pangan BRC terdiri dari enam jenis standar, yaitu:

    1. Keamanan Pangan (Food Safety)
    2. Produk Konsumen (Consumer Product)
    3. Kemasan dan Bahan Pengemas (Packaging and Packaging Materials)
    4. Distribusi (Storage and Distribution)
    5. Agen dan Broker (Agents and Broker)
    6. Ritel (Retail)

Selain itu, pada bulan Agustus 2018 BRC juga menerbitkan BRC Global Standard for Food Safety Issue 8. Standar ini digunakan sebagai pedoman BRC dalam melakukan audit sertifikasi BRC. Perusahaan-perusahaan yang mendapatkan sertifikasi BRC harus mempersiapkan dan menerapkan BRC Global Standard for Food Safety Issue 8. Salah satu poin dalam BRC Global Standard for Food Safety Issue 8 adalah pentingnya top manajemen untuk menunjukan komitmennya dalam penerapan standar BRC.

BRC juga dikenal sebagai standar yang sangat memperhatikan pelanggan atau konsumen. BRC bersedia menyesuaikan sistem manajemen keamanan pangan agar sesuai dengan keinginan dari pelanggan. Selain itu, sistem ini juga tetap dibangun berdasarkan kemampuan produsen.

Jika ISO 22000 bersifat umum dan digunakan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur, BRC lebih bersifat preskriptif detail dan digunakan oleh perusahaan-perusahaan ritel. Selain itu, fokus keduanya pun sedikit berbeda.

ISO 22000 berfokus pada integrasi sistem manajemen keamanan pangan dengan tujuan bisnis dan komunikasi yang optimal. BRC lebih berfokus pada pengembangan sistem manajemen keamanan pangan berdasarkan pengecekan dan pemantauan produksi pangan yang dilakukan sehari-hari.

Perbedaan juga terletak pada waktu audit dan resertifikasi. Audit dan resertifikasi pada ISO 22000 dilakukan setiap 3 tahun, sedangkan BRC menerapkan audit dan resertifikasi setiap 1 tahun.

Penerapan BRC akan memberikan beberapa keuntungan bagi perusahaan pangan. Keuntungan tersebut, diantaranya:

  • Sistem manajemen keamanan pangan terjamin dan diakui secara global Terlaksananya perbaikan dan pengawasan sistem manajemen keamanan pangan yang berkelanjutan
  • Sertifikasi yang didapatkan mendapatkan pengakuan dari GFSI (Global Food Safety Initiative)
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan
  • Kualitas produk terjamin
  • Memudahkan dalam pelaksanaan sertifikasi tambahan, seperti ISO 22000 dan HACCP

BRC (British Retail Consortium) memang sangat cocok diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan. Anda harus mempelajarinya lebih detail dan spesifik. Informasi tentang BRC dapat Anda dapatkan di mana saja, seperti internet, buku, dan pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga swasta bersertifikasi.

Anda juga dapat menambah pengetahuan dan kemampuan teknis dengan mengikuti berbagai pelatihan tentang sistem manajemen keamanan pangan. Tidak perlu bingung, Anda bisa langsung menghubungi Catalyst Consulting melalui website-nya dengan mengunjungi website Catalyst Consulting. Oh ya, di Catalyst Consulting, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengikuti pelatihannya. Yuk langsung hubungi Catalyst Consulting!