Mengapa Training Food Safety itu Penting?

Mengapa Training Food Safety itu Penting

Makanan yang aman dan sehat sangat penting bagi karyawan untuk mendapatkan nutrisi yang tepat. Makanan yang dimakan tidak merugikan konsumen. Baik melalui faktor biologis, kimiawi ataupun melalui kontaminan yang lainnya. Melalui food safety dan mutu yang terkendali, akan menjamin mendapatkan pangan yang aman, baik melalui seluruh siklus manufaktur, seperti produksi pangan, penanganan, pengolahan, pengemasan, penyiapan dan penyajian.

Training Food safety ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pangan secara benar, mulai dari penanganan bahan hingga pengolahan dan penyajian.

Mengapa Training Food Safety itu Sangat Penting?

Sistem Manajemen Food safety adalah program training yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi terkait sistem manajemen food safety dalam suatu organisasi. Penerapan Sistem Manajemen Food safety sejalan dengan tuntutan bisnis saat ini yang merupakan kewajiban bagi suatu organisasi pengelola produk pangan.

Seperti yang kita ketahui, perkembangan industri makanan saat ini meningkat sangat pesat dan menyeluruh di seluruh nusantara, baik industri UKM hingga skala multi internasional. Seiring dengan perkembangan tersebut, banyak muncul permasalahan yang berkaitan dengan “foodborne diseases” atau penyakit yang disebabkan oleh makanan. 

Selain itu, kebutuhan dunia industri pada umumnya dan industri makanan pada khususnya adalah bagaimana meningkatkan margin keuntungan dan efisiensi organisasi sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Penerapan Sistem Manajemen Food safety diharapkan organisasi atau industri dapat memastikan keamanan melalui pembelian dan melakukan perbaikan. Food safety dapat dikelola secara sistematis melalui penerapan standar food safety. 

Industri makanan dan industri lain yang terkait dengan pasokannya, perlu memiliki kemampuan untuk memastikan persyaratan standar ini, dan keberadaan auditor internal yang andal untuk sistem manajemen food safety akan banyak membantu efektivitas penerapannya. 

sebagai Sistem Manajemen Food safety yang dikombinasikan dengan ketentuan umum untuk memastikan food safety di sepanjang rantai makanan hingga konsumsi akhir. 

melengkapi industri dengan campuran yang berguna untuk mengelola dan mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia yang dihasilkan dari pengolahan makanan yang tepat. Penerapan sistem manajemen yang efektif memerlukan pelaksanaan audit internal yang baik oleh tim audit yang kompeten.

Tujuan dari training tersebut adalah:

  • Memastikan keamanan produk melalui kegiatan audit internal sebagai tindakan preventif dan menghindari produk tidak aman yang harus ditarik dari pasaran
  • Kepatuhan terhadap persyaratan pasar dan undang-undang perlindungan konsumen
  • Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Standar Food safety sesuai Sistem Manajemen Keamanan Pangan
  • Memberikan pengetahuan tentang sertifikasi ISO mulai dari persiapan sumber daya manusia, sistem, dokumen dan persiapan audit sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan
  • Manfaat dan manfaat penerapan sistem manajemen food safety bagi semua pengembang bisnis yang terkait dengan pengelolaan dan regulasi pangan.
  • Memahami faktor penyebab keracunan makanan, dan menghindari potensi terjadinya.
  • Memahami cara menghasilkan makanan yang aman dan terhindar dari keracunan makanan.

Garis Besar Program Training Fopd Safety

  • Proses produksi pangan meliputi aspek bangunan dan fasilitas: pasokan air, penanganan limbah domestik, fasilitas ganti dan toilet, fasilitas cuci tangan, fasilitas desinfeksi, penerangan, ventilasi, dll.). Penanganan makanan: Mencairkan, mendinginkan, memasak, memanaskan kembali, menyajikan, mencegah kontaminasi silang, dll.; Peralatan, Alat dan Transportasi
  • Persyaratan kebersihan dan sanitasi, termasuk: Pembersihan & desinfeksi, Pengendalian kebersihan, Tempat penampungan & pembuangan limbah dan Pengendalian hama & hewan domestik
  • Aspek Personal Hygiene & Health, meliputi: Training tentang kebersihan, Pemeriksaan & Penanganan Kesehatan Aspek Medis lainnya, Kebersihan dan kebiasaan pribadi, Penggunaan sarung tangan, Pengawasan, dll.
  • Kontrol Kualitas, termasuk: Pelabelan, HACCP dan Sampel Keselamatan dan Investigasi Wabah

Perkembangan teknologi dan industri makanan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, salah satu contoh mudahnya adalah kemajuan teknologi IT berbasis aplikasi yang dengan mudah mendapatkan produk makanan atau minuman tanpa melihat tempat dan prosesnya mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan kebersihan produk makanan atau minuman.

Sistem manajemen food safety ini sangat diperlukan untuk industri makanan. Sistem manajemen pangan tidak hanya mengatur manusia atas produk pangan yang dikonsumsi, tetapi sistem manajemen food safety juga berlaku untuk produk yang digunakan untuk hewan dan tumbuhan.

Bahkan, tidak hanya berlaku pada produk, namun juga berlaku pada kemasan untuk memastikan tidak ada kontaminasi pada isi atau bagian dalam produk yang dapat berdampak negatif saat dikonsumsi.