Manfaat Training Food Safety Bagi Perusahaan

Sebelum mengetahui manfaat Training food safety, ada baiknya Anda terlebih dahulu mengenal ISO 22000. Berikut penjelasan ISO 22000. ISO 22000 adalah standar sistem manajemen food safety. Sistem ini telah dipercaya oleh berbagai organisasi dan telah diberikan standarisasi sertifikasi bagi yang memiliki ISO.

Sistem manajemen food safety menggambarkan persyaratan apa yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen pangan organisasi. Sistem ini membantu organisasi mengelola proses dan mencegah bahaya food safety.

Kemudian sistem ini mewujudkan prinsip-prinsip sistem HACCP dan melakukan langkah-langkah yang dikembangkan oleh komisi buku makanan. Sistem manajemen food safety mengelola bahaya yang mungkin terjadi dalam food safety. Serta identifikasi bahaya yang timbul dari proses produksi, bahan yang digunakan, dan hasil akhir produksi.

Sistem ini memberikan tata kerja yang efektif dan efisien bagi organisasi dalam mengembangkan perbaikan pangan. Sistem ini juga tertuang dalam peraturan [undang-undang. Tepatnya dalam UU no. 7 tahun 1996 tentang pangan. Dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Mutu Pangan dan Keamanan Gizi.

Apa Saja Manfaat Training Food Safety Bagi Perusahaan?

Food safety merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang ingin dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pangan yang berkualitas dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga dan dari industri pangan. Oleh karena itu, industri pangan merupakan salah satu faktor penentu peredaran pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Food safety tidak hanya menjadi isu global tetapi juga menjadi perhatian individu. Jaminan food safety merupakan hak asasi konsumen. Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Meski makanannya menarik, enak, bergizi tinggi, jika tidak aman dikonsumsi, praktis tidak ada nilainya sama sekali.

Food safety selalu menjadi pertimbangan utama dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun perdagangan internasional. Kesadaran dunia akan food safety semakin meningkat. 

Pangan semakin penting dan vital perannya dalam perdagangan dunia. Modul ini akan membahas berbagai regulasi yang mencakup aspek food safety, analisis bahaya food safety dan berbagai peluang untuk menguranginya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat menggunakan sistem manajemen food safety:

1. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Pelanggan adalah salah satu tujuan terpenting perusahaan. Karena jika pelanggan percaya pada perusahaan, pelanggan akan menjadi pelanggan yang loyal

2. Peningkatan Citra Perusahaan

Perusahaan yang telah menerapkan sistem manajemen mutu dengan standar internasional akan memberikan nama baik bagi perusahaan tersebut. Artinya jika perusahaan sudah memiliki standar yang baik maka perusahaan akan menghasilkan produk yang baik pula.

3. Hemat biaya

Dengan memiliki standar ISO, perusahaan akan menerapkan sistem manajemen khusus yang dapat membantu kinerja perusahaan. Jika perusahaan terindikasi kinerja perusahaan sedang menurun, upaya antisipatif dapat segera dilakukan dengan menggunakan Standar ISO.

Proses ini secara tidak langsung akan mencegah terjadinya pemborosan anggaran terkait kinerja dan produk yang buruk.

4. Mengoptimalkan Kinerja Karyawan

Dengan mengacu pada prinsip manajemen mutu, maka semua standar yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh karyawan. Hal ini dapat memotivasi karyawan untuk menjaga kualitas, efisiensi, dan produktivitasnya sesuai dengan standar ISO yang telah ditetapkan.

5. Peningkatan Image dari Perusahaan

Keuntungan yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh dunia dari sertifikasi ISO ini adalah citra perusahaan atau brand perusahaan mereka jauh lebih baik di mata dunia.

Jika Anda masih bingung dengan ISO 22000 ini, dan Anda sedang membutuhkan jasa Konsultan ISO. kami dari DINAMIKA CONSULTING pasti akan menerima permintaan anda dan dengan senang hati akan membantu anda dalam menangani ISO 22000 ini.

Sebagian besar pemerintah di berbagai negara di dunia menggunakan tindakan pengendalian atau pengendalian pengendalian pangan melalui pemeriksaan, pengendalian, analisis produk akhir, untuk menentukan apakah perusahaan pangan memproduksi produk pangan yang aman.

Masalah utama yang dihadapi adalah tingginya biaya yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam pengendalian. Salah satu sistem baru untuk menjamin keamanan pangan dipresentasikan pada tahun 1971 pada Konferensi Nasional Perlindungan Pangan dengan judul “Sistem Titik Kendali Kritis Analisis Bahaya (HACCP)”.