Mengenal Profesi Quality Assurance Regulatory

Mengenal Profesi Quality Assurance Regulatory

Catalyst News – Mengenal Profesi Quality Assurance Regulatory – Kini semakin banyak perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan. Beberapa di antaranya bahkan memproduksi jenis produk yang sama. Persaingan di pasar pun semakin meningkat. Masing-masing perusahaan bekerja keras untuk tetap bertahan di pasar dan dipercayai oleh konsumen.

Salah satu faktor yang paling penting dalam persaingan pasar yaitu kualitas produk yang dihasilkan. Ya, kualitas produk sering dijadikan pembeda dan tolak ukur antar perusahaan di industri pangan. Oleh karena itu, perusahaan pasti melakukan berbagai cara untuk menjaga kualitas produk, bahkan meningkatkannya.

Cara yang dilakukan perusahaan adalah mempekerjakan karyawan sebagai Quality Assurance (QA). Apa tugas dan tanggung jawab karyawan yang memiliki profesi ini? Kemudian, apa itu Quality Assurance (QA) Regulatory? Skill atau kemampuan apa saja yang harus dimiliki profesi QA Regulatory?

Tugas dan Tanggung Jawab Quality Assurance (QA) di Industri Pangan

Quality berasal dari Bahasa Inggris yang artinya “kualitas”. Assurance juga berasal dari Bahasa Inggris artinya “jaminan” yang menyatakan suatu kepastian terhadap produk yang dihasilkan. Secara umum, tugas seorang QA adalah memastikan atau menjamin kualitas produk.

Ya, seorang QA bertanggung jawab untuk memastikan produk yang diproduksi perusahaan sesuai atau memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Pentingnya Keberadaan Quality Assurance di Perusahaan

  • Menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.
  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses operasional.
  • Memberikan kepuasan dan kepercayaan kepada pelanggan atau konsumen.

Tugas dan Tanggung Jawab

  • Perencanaan prosedur jaminan kualitas produk.
  • Menerapkan standar jaminan kualitas.
  • Melakukan evaluasi standar jaminan kualitas.
  • Melakukan dokumentasi audit internal maupun eksternal dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan jaminan kualitas.
  • Menyelidiki keluhan atau complaint pelanggan tentang kualitas produk.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan mengatur jadwal pelatihan untuk memenuhi standar kualitas.
  • Mengelola dan memeriksa kegiatan manajemen risiko.
  • Bertanggung jawab dalam sistem manajemen dokumen.
  • Memastikan kepatuhan berkelanjutan dengan persyaratan peraturan jaminan kualitas.

Tugas dan Tanggung Jawab Quality Assurance (QA) Regulatory

Sebagai penjamin kualitas di perusahaan, Quality Assurance (QA) mempunyai tanggung jawab yang berkaitan dengan regulasi. Posisi ini biasanya disebut dengan QA Regulatory.

Beberapa tugas dan tanggung jawab QA Regulatory, yaitu:

  • Memenuhi persyaratan regulasi nasional dan internasional.
  • Update dan selalu follow up jika ada regulasi terbaru atau perubahan dalam regulasi sebelumnya.
  • Melakukan koordinasi dengan pihak tertentu terkait dengan sistem sertifikasi.
  • Menyusun action plan berdasarkan gap analysis.
  • Pelabelan dan registrasi produk.
  • Melakukan simulasi recall atau traceability terkait penarikan produk bermasalah.

Skill atau Kemampuan Quality Assurance (QA) Regulatory

Peranannya yang penting di perusahaan membuat profesi ini harus memiliki skill atau kemampuan yang tepat. Berikut ini beberapa keahlian atau kemampuan yang harus dimiliki QA Regulatory:

  • Teliti
  • Detail
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
  • Mampu melakukan koordinasi dengan baik ke semua pihak.
  • Mampu bekerja sama.
  • Mampu melakukan analisis dengan terstruktur.

Selain berbagai kemampuan dasar yang harus dimiliki tersebut, seorang QA Regulatory harus mengetahui dan paham regulasi yang digunakan di Indonesia.

Secara umum, regulasi atau peraturan yang sering dipakai dalam industri pangan, yaitu:

  • Persyaratan SNI (Standar Nasional Indonesia)
  • Persyaratan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makan)
  • Persyaratan HALAL (Berdasarkan LPPOM MUI)
  • Persyaratan ISO (International Organization for Standardization)

Seorang QA Regulatory bukan hanya harus mengetahui dan menerapkan minimal empat regulasi tersebut, tetapi QA Regulatory juga harus mampu menerapkannya dalam perusahaan.

Tentunya untuk memahami, mengetahui, dan memiliki kemampuan tersebut, QA Regulatory harus mengikuti pelatihan yang membahas tentang semua regulasi itu. Pelatihan yang diikuti juga harus merupakan pelatihan yang lengkap dan berkualitas. Sebaiknya, pilih pelatihan yang juga memberikan sertifikat keahlian sebagai bukti telah mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan biasanya diadakan oleh lembaga pemerintah atau lembaga swasta terpercaya. Salah satu lembaga yang rutin mengadakan pelatihan adalah Catalyst Consulting. Pelatihan yang diadakan oleh lembaga ini tentunya memiliki banyak kelebihan dari pada pelatihan yang diadakan oleh lembaga swasta lainnya. Selain harga pelatihan yang terjangkau, trainer atau pemateri dalam pelatihan juga sangat professional dan berpengalaman.

Profesi Quality Assurance (QA) Regulatory memang memiliki tanggung jawab dan peranan yang penting dalam menjamin produk yang diproduksi perusahaan pangan. Skill dan kemampuannya harus memenuhi standar, sehingga bisa terus update tentang regulasi yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

Berbagai jenis pelatihan bisa diikuti oleh QA Regulatory untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Pilihlah lembaga pelatihan terpercaya seperti Catalyst Consulting.