Pengendalian Hama pada GMP

Sudah sepantasnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan menjaga kebersihan dan menjamin tidak adanya kontaminasi terhadap produk-produk yang dihasilkannya. Jika kebersihan tidak dijaga dan terjadi kontaminasi, produk yang dihasilkan bisa merugikan konsumen, misalnya terjadinya keracunan makanan.

Kontaminasi bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti adanya hama yang mengkontaminasi bahan pangan di tempat penyimpanan atau hama yang merusak fasilitas profuksi. Hama juga bisa membahayakan, bahkan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Contoh hama yang biasanya ada di industri pangan adalah serangga, burung, kecoak, dan tikus.

Pengendalian hama wajib dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan dengan mematuhi standar pengendalian hama yang tertera di GMP (Good Manufacturing Practice). Pada GMP, pengendalian hama menjadi salah satu persyaratan sanitasi yang wajib dipenuhi dan dilakukan oleh semua perusahaan pangan.

Apa sebenarnya peranan pengendalian hama dalam industri pangan? Apa saja tanda-tanda adanya hama di area produksi suatu perusahaan pangan? Apa itu ambang kendali dalam pengendalian hama? Bagaimana tindakan pengendalian hama dilakukan berdasarkan standar GMP (Good Manufacturing Practice)?

Temukan jawabannya di artikel yang satu ini ya!

Peran Pengendalian Hama dalam Industri Pangan

Selain untuk mencegah terjadinya kontaminasi, pengendalian hama juga memiliki beberapa peran dalam industri pangan, yaitu:

  • Mencegah food recall (pengembalian produk cacat dari konsumen)
  • Mencegah nama baik perusahaan
  • Mencegah kerugian finansial pada perusahaan
  • Memberikan jaminan kualitas produk untuk konsumen

Tanda-tanda Kehadiran Hama

Hama yang berukuran kecil biasanya suka bersembunyi di tempat-tempat gelap, pengap, dan kotor. Anda dapat mengetahui kehadiran hama di area produksi atau tempat penyimpanan dengan memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Adanya celah atau lubang-lubang kecil
  • Ditemukan feses dan gigitan tikus
  • Adanya sarang burung di atap atau langit-langit
  • Ditemukan telur-telur serangga
  • Adanya kecoak atau lalat di area produksi
  • Bau tidak sedap di area produksi

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut di area produksi termasuk gudang tempat penyimpanan bahan baku/ produk jadi, maka Anda perlu waspada. Segeralah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan tindakan pengendalian hama.

Ambang Kendali Pengendalian Hama

Hama yang ada di area area produksi atau tempat penyimpanan harus segera dikendalikan dengan mengacu pada ambang kendali pengendalian hama. Ambang kendali merupakan jumlah populasi hama yang harus dikendalikan agar mampu mencegah kerusakan yang tidak bisa ditoleransi.

Misalnya ambang batas pengendalian hama pada area atau tempat penyimpanan besarnya 0. Nilai ambang batas ini menunjukan bahwa di tempat penyimpanan tidak diperbolehkan sama sekali ada hama. Artinya semua hama di tempat penyimpanan harus dimusnahkan.

Tindakan Pengendalian Hama

Bagaimana tindakan pengendalian hama dilakukan berdasarkan standar GMP (Good Manufacturing Practice)? Sebaiknya pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan produk non-pestisida.

Berikut ini beberapa tindakan pengendalian hama yang bisa dilakukan:

  • Memeriksa dan memastikan bahan baku yang baru datang dan akan di simpan bebas dari hama
  • Memaksimalkan program sanitasi di area produksi dan tempat penyimpanan
  • Menghilangkan lubang dan cela yang di area produksi dan tempat penyimpanan yang memungkinkan hama memasuki kedua area tersebut
  • Memasang kawat pada ventilasi udara
  • Mencegah hewan peliharaan berkeliaran di area produksi dan tempat penyimpanan

Selain menggunakan bahan non-pestisida, pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan menggunakna pestisida. Namun, pestisida yang digunakan harus menggunakan dosis atau takaran yang sesuai dan aman agar tidak berbahaya. Dosis yang sesuai dan aman ini juga digunakan dengan maksud agar pestisida tidak mencemari dan menurunkan mutu pangan.

Di beberapa perusahaan pangan, pengendalian hama dengan pestisida dilakukan dengan menggunakan residual treatment, fumigasi, dan space spray.

Itulah beberapa informasi mengenai pengendalian hama berdasarkan standar GMP (Good Manufacturing Practice). Pengendalian hama ini diharapkan mampu menjamin tidak terjadinya kontaminasi terhadap bahan pangan maupun produk jadi selama proses penyimpanan hingga proses produksinya sehingga nantinya aman dikonsumsi oleh konsumen.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lengkap mengenai GMP (Good Manufacturing Practice) atau standar-standar lainnya yang digunakan di industri pangan, Anda bisa megikuti pelatihan. Pelatihan ini biasanya diadakan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga swasta, seperti Catalyst Consulting.

Jika Anda mengikuti pelatihan di Catalyst Consulting, Anda bisa mendapat banyak manfaat dan keuntungan lho! Yuk langsung konsultasi dan daftarkan diri Anda di pelatihan bersama Catalyst Consulting!